Fnatic Tim Terakhir yang Mendapatkan Direct Invite ESL One Genting

Fnatic Tim Terakhir yang Mendapatkan Direct Invite ESL One Genting

Fnatic adalah tim ke delapan yang akan mendapatkan tiket untuk bertanding di ESL One Genting 2018.

Penampilan Fnatic terbilang maju signifikan setelah kedatangan midlaner baru mereka yang umurnya terbilang cukup muda yaitu Abed. Setelah keluar dari tim sebelumnya yaitu Digital Chaos (DC), Abed memutuskan kembali ke regional SEA dan bergabung dengan Fnatic. Fnatic memang bagus di kancah regional SEA, karena beberapa kali mengalahkan tim – tim kuat dari SEA seperti TNC dan juga Mineski dalam beberapa kualifikasi. Tapi untuk bertanding dengan tim-tim lain di Eropa mereka harus tunduk seperti saat DreamLeague Season 8 kemarin yang mengharuskan mereka pulang lebih cepat dengan kalah dari tim Eropa yaitu Liquid dan juga Na’Vi.

ESL sendiri mengumumkan akan hal ini pada official twitternya

Dengan penguman dari twitter tersebu lengkap sudah kedelapan tim yang tanpa melalui babak kualifikasi untuk bertanding dalam Major ESL One Genting 2018, tim tersebut adalah sebagai berikut

  1. Virtus Pro
  2. Team Liquid
  3. Newbee
  4. Mineski
  5. Evil Geniusses
  6. Team Secret
  7. Vici Gaming
  8. Fnatic

Tapi ada beberapa hal yang aneh, dalam berita milik Gosugamers, disitu menyebutkan Vici Gaming adalah tim ketujuh yang akan mendapatkan Direct Invite dan tersisa dua tim lagi yang akan bertanding di ESL One Genting 2018 nanti. Serta pengumuman dari Twitter ESL One (gambar diatas) menjelaskan bahwa “Completing our Direct Invites for #ESLOne” yang berarti Fnatic adalah tim terakhir yang mendapatkan slot Direct Invite.

Selain itu foto dari ESL One sendiri pada sebuah tweetnya, mereka mengatakan dua slot lagi tersisa untuk Direct Invite. Tetapi pada foto tersebut terlihat ada tulisan “Invite” pada pojok kiri bawah. Apakah berarti ESL One menggunakan cara lain untuk menginvite tim tersebut ? atau hanya kesalahan teknis saja ?

 

About Author:

Founder dari Digital Game yang masih aktif menjadi mahasiswa di salah satu Universitas di Indonesia. Suka akan bermain game adalah pendorong utama terbentuknya Digital Game. Selain itu juga penulis berita untuk web Digital Game.